Teori Konspirasi Senjata Ekologi di Balik Tsunami?

KASAK-KUSUK SEPUTAR GEMPA....
 
FITNAH DAJJAL IS STILL AROUND - BE AWARE !! THIS COULD BE TRUE !!


Benarkah tsunami hanya bencana alam? Dunia kini kasak-kusuk dengan teori 
konspirasi senjata ekologi yang bisa memicu gempa, bahkan tsunami.

Kasak-kusuk itu membanjiri chatroom internet bahkan hingga obrolan warung kopi. 
Mereka menduga-duga siapa yang menyebabkan gempa tektonik berskala 9,0 
magnitudo itu sehingga menyebabkan tsunami di Samudera Hindia pada 26 Desember 
2004 sehingga 150 ribu orang tewas di 12 negara Asia-Afrika.

Mereka bertanya-tanya kenapa pemerintah begitu lambat mengantisipasi tsunami 
setelah terjadi gempa. Dikirimnya kapal induk yang mengangkut kapal perang oleh 
AS pun dipertanyakan, meski bertujuan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan.

"Kenapa komandan senior AS di Irak sampai pergi menangani bantuan kemanusiaan 
untuk korban tsunami? Kenapa AS mengirimkan kapal perang?" tukas seorang 
desainer Mark Tyler di sebuah bar di Hong Kong seperti diberitakan AFP, Kamis 
(6/1/2005).

Menurut dia, bencana tsunami itu terjadi persis setahun setelah gempa di Bam 
Iran yang menewaskan 30 ribu orang pada 26 Desember 2003. "Apa itu hanya sebuah 
kebetulan? Lalu kenapa tidak ada aktivitas seismik yang terekam sebelum terjadi 
gempa? Ini benar-benar aneh," ujarnya.

Tyler hanya salah satu dari sekian banyak orang yang mempertanyakan hal serupa. 
Hasil obrolan tatap muka maupun di chatroom itu akhirnya mengarah pada dugaan 
penggunaan senjata ekologi.

Senjata ekologi itu bisa menciptakan gempa bumi dan letusan gunung dari jarak 
jauh melalui penggunaan gelombang elektromagnetik. Pihak militer diduga 
melakukan uji coba senjata ekologi tersebut sehingga tsunami terjadi, dan pihak 
pemerintah menutup-nutupi hal itu.

Apalagi melihat betapa militer dan pemerintahan AS bersama negara-negara di 
Samudera Hindia dan Eropa kini berada dalam satu kerangka pemikiran, yakni 
memberikan bantuan kemanusiaan. Sementara negara-negara Australia hingga 
Thailand dituding gagal memberikan peringatan datangnya tsunami.

Jadi, benarkah ada senjata ekologi itu? Benarkah tsunami di Samudera Hindia 
dipicu senjata ekologi?

Kasak-kusuk itu dipatahkan oleh Bart Bautisda, Kepala Spesialis Penelitian 
Ilmiah Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina.

"Diperlukan kumpulan energi yang sangat besar untuk menciptakan gempa dan 
tsunami. Jadi itu tidak mungkin. Bahkan miliaran ton energi pun tidak akan 
mampu menciptakan gempa dan tsunami," tegasnya.

Kalaupun bisa, lanjut Bautisda, maka tsunami yang dihasilkan dari penggunaan 
aktivitas gelombang sangatlah kecil. Meski bisa menyebabkan terjadinya vibrasi, 
tapi tidak akan menyebabkan kerusakan.

Dia pun membandingkan dengan tsunami yang bisa mencapai ribuan kilometer dengan 
kecepatan sebuah pesawat jet setelah lempengan tektonik membelah Samudera 
Hindia.

"Jadi kita dapat membedakan antara ledakan buatan dan gempa yang menyebabkan 
terjadinya tsunami. Mekanismenya berbeda," tukas Bautisda.

Namun penjelasan sang ilmuwan tersebut tidak serta merta menghentikan 
kasak-kusuk teori konspirasi itu. The Free Internet Press yang mengklaim 
senantiasa menayangkan berita tanpa sensor memuat artikel yang menyebutkan 
kalau Militer dan Deplu AS menerima peringatan dini mengenai tsunami. Tapi 
mereka hanya melakukan tindakan minim untuk memberikan peringatan kepada 
negara-negara Asia.

Media itu mencatat kalau Pangkalan Laut AS di Karang Atol Diego Garcia di 
Samudera Hindia mendapat peringatan tersebut dan berhasil menyelamatkan diri 
tanpa cidera.

Situs The India Daily juga ikut meramaikan dugaan teori konspirasi tersebut. 
"Sepertinya seluruh dunia gagal melakukan sesuatu pada saat yang bersamaan. 
Aneh bukan. Mungkin ada alien yang ingin mengoreksi rotasi bumi," sebut 
koresponden Sudhir Chadda dalam tulisannya.

Meski kasak-kusuk teori konspirasi itu semakin ramai, namun tetap saja belum 
ada pembuktian yang membenarkan. Kasak-kusuk itu pun meninggalkan beberapa 
pertanyaan. Benarkah senjata ekologi itu ada? Benarkah gempa dan tsunami bisa 
diciptakan manusia?
 
 
 
thank's to (sss/detikcom)

0 komentar:

Posting Komentar

berilah comment yang bisa membangun usaha kami.